Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta agar pemerintah segera melakukan
penyelidikan terhadap temuan benih dan tanaman cabai, bawang daun, dan
sawi hijau yang mengandung bakteri. Dimana, benih-benih tersebut dibawa
dan ditanam oleh warga negara Cina.
"Harus ada investigasi, sebab akan menjadi perang biokimia. Ini sangat
berbahaya, penyelundupan barang-barang pertanian. Pusat karantina harus
membuat laporan dan juga Kementan, ini kasus seperti apa, sengaja atau
tidak sengaja," ujar Fahri Hamzah di gedung parlemen, Jakarta, Kamis
(8/12/2016).

Lanjutnya, karena ini bisa diduga mengarah perang biokimia pihak
Kementrian Pertahanan juga harus terlibat karena dapat membahayakan jiwa
rakyat Indonesia.
"Kemenhan juga harus terlibat ini karena juga mengancam pertahanan negara kita," tegasnya.
Sebelumnya, Pusat Karantina melakukan pemusnahan dua kilogram benih
cabai, 5.000 batang tanaman cabai dan satu kilogram benih bawang daun
dan sawi hijau dilakukan dengan cara dibakar dengan incinerator di
Instalasi Karantina Hewan Kantor Balai Besar Karantina Pertanian
Soekarno Hatta.
Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Antarjo
Dikin, menyebutkan Kantor Imigrasi telah kecolongan atas kegiatan
berbahaya tersebut. Mengingat bibit dan tanaman itu membawa bakteri yang
belum pernah ada di Indonesia dan belum bisa diberikan perlakuan apapun
terhadap tanaman yang terindikasi.
"Kalau saya bilang ini imigrasi kebobolan. Seharusnya kalau sudah lewat
masanya kokbelum balik ya dicari-cari dong," kata Antarjo di Kantor
Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Kamis (8/12).
Warga negara Cina diketahui melakukan aksi tanam secara ilegal,
mengingat tersangka memakai paspor wisata. Berdasarkan hasil uji
laboratorium yang diterbitkan oleh Balai Besar Uji Standar Karantina
Pertanian pada 24 November, benih cabai yang ditanam dinyatakan positif
terinfestasi bakteri Erwinia chrysantemi Organisme Pengganggu Tanaman
Karantina (OPTK) A1 Golongan 1. (icl)
Tidak ada komentar:
Write komentar